Scroll untuk baca artikel
BERITA

Tes Urine Narapidana Baru, Lapas Wahai Perkuat Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

Qiran
94
×

Tes Urine Narapidana Baru, Lapas Wahai Perkuat Deteksi Dini Penyalahgunaan Narkoba

Sebarkan artikel ini
Pemeriksaan kesehatan terhadap salah satu narapidana baru, Sabtu (1/8/2026), di klinik Lapas Wahai. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah mewajibkan pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap setiap narapidana baru yang masuk, sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba.

Pemeriksaan tersebut kembali dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) terhadap seorang narapidana baru berinisial MAS. Tes urine dilakukan di klinik Lapas oleh petugas kesehatan, Fajar Pradhana Wisady.

Hasil pemeriksaan menyatakan MAS negatif dari penggunaan narkotika. Menurut Fajar, pemeriksaan kesehatan awal merupakan prosedur standar, yang harus dijalani seluruh penghuni baru, sebelum mengikuti proses pembinaan bersama warga binaan lainnya.

“Setiap narapidana yang baru masuk wajib menjalani skrining kesehatan, termasuk tes urine, sehingga kondisi kesehatannya dapat diketahui sejak awal,” ujarnya.

Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung proses pembinaan yang efektif, sekaligus memastikan warga binaan berada dalam kondisi fisik dan mental yang baik.

Ia menilai, kondisi kesehatan yang terpantau sejak awal akan memudahkan pelaksanaan program pembinaan, agar dapat berjalan secara maksimal, dalam suasana yang aman dan tertib.

Sementara itu, Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Abdul Azis menegaskan, bahwa pengawasan terhadap narapidana dimulai sejak pertama kali memasuki Lapas.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mencegah masuknya barang-barang terlarang maupun potensi gangguan keamanan.

“Pengawasan sejak awal menjadi langkah penting, untuk mencegah berbagai pelanggaran, termasuk upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lapas,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menjelaskan, bahwa pelaksanaan tes urine merupakan implementasi dari Program Warga Binaan Bebas Narkoba (Warna Benar), yang diterapkan secara berkelanjutan kepada seluruh warga binaan.

Melalui program tersebut, tes urine tidak hanya dilakukan saat narapidana pertama kali masuk, tetapi juga selama menjalani masa pidana hingga menjelang bebas.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan, seluruh warga binaan mematuhi tata tertib, serta mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

“Program Warna Benar kami jalankan secara berkesinambungan, mulai dari saat warga binaan masuk, selama menjalani pembinaan, hingga menjelang bebas. Harapannya, seluruh proses pembinaan berlangsung disiplin dan tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan,” jelas Tersih.

Melalui penerapan deteksi dini yang dilakukan secara konsisten, lanjut Tersih, pihaknya berharap dapat membangun kesadaran warga binaan tentang pentingnya menjauhi narkoba sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif untuk mendukung keberhasilan proses pembinaan.

Example 400x400