Scroll untuk baca artikel
BERITA

Lapas Wahai Gandeng Koramil Gelar Razia Dadakan

Qiran
57
×

Lapas Wahai Gandeng Koramil Gelar Razia Dadakan

Sebarkan artikel ini
Lapas Kelas III Wahai menggelar penggeledahan mendadak di blok hunian warga binaan bersama personel Koramil 1502-05 Wahai, Selasa (30/6/2026) malam. Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan dengan menggelar penggeledahan mendadak di blok hunian warga binaan bersama personel Koramil 1502-05 Wahai, Selasa (30/6/2026) malam.

Kegiatan razia gabungan ini menjadi bagian dari langkah deteksi dini, untuk mencegah peredaran barang terlarang, sekaligus mempererat sinergi antara pihak Pemasyarakatan dan TNI.

Penggeledahan diawali dengan apel kesiapan bersama, sebelum tim gabungan menyisir seluruh kamar hunian.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi loker, kolong tempat tidur, hingga sudut-sudut ruangan yang berpotensi dijadikan tempat penyimpanan barang terlarang.

Kepala Lapas Kelas III Wahai, Tersih Victor Noya menyatakan, bahwa penggeledahan dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara objektif.

“Kami tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, hari ini kami menggandeng rekan-rekan dari Koramil Wahai, untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Sinergi ini penting, agar pelaksanaan razia berjalan tegas, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis,” ujarnya.

Menurutnya, sasaran utama penggeledahan meliputi narkotika, telepon seluler yang tidak diizinkan, serta benda berbahan logam atau barang lain, yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Mewakili Koramil 1502-05 Wahai, Sersan Kepala Hamim Baadia menegaskan komitmen pihak TNI untuk terus mendukung upaya pengamanan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami dari Koramil selalu siap memberikan bantuan pengamanan, apabila dibutuhkan. Kerja sama antara TNI dan Lapas sangat penting untuk menjaga situasi tetap aman, sekaligus mendukung langkah pencegahan, agar potensi gangguan dapat diantisipasi sejak dini,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan tiga barang yang tidak diperkenankan berada di dalam blok hunian, yaitu satu sendok, satu korek api, dan satu pena. Seluruh barang temuan telah didata sesuai prosedur yang berlaku, untuk selanjutnya dimusnahkan.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro menegaskan, bahwa penggeledahan secara berkala dan mendadak harus terus dilakukan secara konsisten, sebagai wujud komitmen menjaga keamanan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.

“Langkah yang diambil Lapas Wahai sudah tepat. Kita tidak boleh lengah. Dukungan dari personel TNI semakin memperkuat pelaksanaan pengamanan, sehingga proses pembinaan warga binaan dapat berlangsung dengan baik dan kondusif,” ujar Ricky.

Razia gabungan ini juga merupakan implementasi dari Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam mewujudkan lembaga pemasyarakatan yang bersih dari narkotika, telepon seluler ilegal, pungutan liar, serta berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Example 400x400