SORONG | MantikNews.com – Momen wisuda Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong tahun 2026 berlangsung secara istimewa. Selain meluluskan ratusan sarjana dan magister, prosesi tersebut juga diikuti sejumlah figur berprestasi, antara lain juara dunia panjat tebing sebanyak 14 kali, Aspar Jailolo; pemain Tim Nasional Indonesia, Fajar Fathurahman; serta kiper Persipura Jayapura, Adzib Al Hakim Arsyad.
Sebanyak 314 lulusan dikukuhkan dalam Sidang Terbuka Senat UNIMUDA Sorong yang dipimpin oleh Ketua Senat sekaligus Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., di Gedung Zamroni UNIMUDA Sorong, Selasa (30/6/2026).
Jumlah tersebut terdiri atas 211 lulusan program sarjana dari delapan fakultas dan 26 program studi, serta 103 lulusan Program Pascasarjana Magister Manajemen.
Dalam pidatonya, Rustamadji menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Sorong, Pemerintah Kabupaten Maybrat, serta Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel S. Mofu, S.Pd., M.Ed., TEFL., M.Phil, yang dinilai telah memberikan dukungan bagi perkembangan UNIMUDA Sorong.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting, yang mendorong kampus terus menghadirkan berbagai inovasi, dan menjadi pelopor terobosan di dunia pendidikan tinggi.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terus memberikan dukungan moril, doa, dan kepercayaan kepada UNIMUDA Sorong, sehingga kampus ini terus berkembang, melahirkan inovasi, dan tidak sekadar menjadi pengikut, melainkan mampu menciptakan berbagai terobosan,” ujar Rustamadji.
Ia menjelaskan, bahwa meskipun lokasinya berada di luar pusat kota, UNIMUDA Sorong kini menjadi salah satu perguruan tinggi swasta dengan jumlah mahasiswa terbanyak di kawasan timur Indonesia, yaitu lebih dari 7.400 orang.
Prestasi lain yang menjadi kebanggaan kampus ini adalah, keberhasilan meraih Akreditasi Institusi Unggul pada 16 Desember 2025.
Capaian tersebut menjadikan UNIMUDA Sorong sebagai perguruan tinggi pertama, sekaligus satu-satunya di Tanah Papua dan Maluku yang memperoleh predikat tersebut.
“Sampai hari ini, UNIMUDA masih menjadi yang pertama dan satu-satunya di Tanah Papua serta Maluku dari 182 perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang berhasil meraih predikat Unggul. Para wisudawan dan seluruh orang tua yang hadir hari ini menjadi bagian dari sejarah itu,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut semakin istimewa, karena diraih UNIMUDA pada usia institusi yang relatif muda, dibandingkan perguruan tinggi lainnya.

“Ini adalah sejarah yang sangat istimewa. Semua yang hadir di ruangan ini turut menjadi saksi, sekaligus bagian dari perjalanan bersejarah tersebut,” ungkapnya.
Rustamadji juga menyampaikan pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., saat berkunjung ke UNIMUDA Sorong pada momentum Hari Raya Iduladha.
“Menteri menyampaikan bahwa UNIMUDA Sorong bukanlah kampus yang biasa-biasa saja, melainkan kampus yang membuat orang kagum karena prestasinya,” tutur Rustamadji.
Sementara itu, Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Budu menyatakan, bahwa keberhasilan UNIMUDA memperoleh Akreditasi Unggul merupakan pencapaian yang membanggakan bagi seluruh keluarga besar Muhammadiyah.
Menurutnya, wisuda tahun ini semakin istimewa, karena diikuti sejumlah atlet dan insan olahraga, yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
“Hari ini UNIMUDA meluluskan para wisudawan berprestasi. Kehadiran mereka tentu semakin menambah wibawa, dan kebanggaan atas keberhasilan UNIMUDA meraih Akreditasi Unggul,” ujarnya.
Prof. Budu menyebut, dari sekitar 164 perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia dengan total sekitar 667 ribu mahasiswa, UNIMUDA Sorong termasuk salah satu kampus dengan jumlah mahasiswa terbanyak.
“UNIMUDA berhasil menampung sekitar 7.800 mahasiswa. Tidak banyak perguruan tinggi Muhammadiyah, yang mampu mencapai jumlah mahasiswa sebanyak itu,” katanya.
Menurutnya, tingginya jumlah mahasiswa menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan UNIMUDA Sorong, terutama setelah berhasil meraih Akreditasi Unggul.
“Status akreditasi Unggul sangat bermanfaat bagi lulusan, karena memberikan nilai tambah dalam dunia kerja, seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun akses beasiswa. Bagi perguruan tinggi sendiri, akreditasi ini semakin memperkuat kepercayaan publik,” jelasnya.

Apresiasi serupa disampaikan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel S. Mofu. Ia menilai keberhasilan UNIMUDA Sorong telah mengangkat citra pendidikan tinggi di Tanah Papua hingga ke tingkat nasional.
“Keberhasilan UNIMUDA tidak terlepas dari dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua yang telah berkontribusi, sehingga nama Papua semakin diperhitungkan dalam dunia pendidikan tinggi nasional,” katanya.
Menurut Suriel, keberadaan UNIMUDA sebagai perguruan tinggi berakreditasi Unggul menjadikan wilayah kerja LLDIKTI XIV lebih unggul, dibandingkan sejumlah wilayah LLDIKTI lain di Indonesia bagian Timur.
Ia juga memberikan penghargaan kepada Gubernur Papua Barat Daya dan Gubernur Papua Tengah, yang dinilai menunjukkan perhatian nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi.
“Selama saya menjabat sebagai Kepala LLDIKTI, saya melihat ada dua gubernur yang secara nyata menunjukkan kepedulian terhadap pengembangan perguruan tinggi, yaitu Gubernur Papua Barat Daya dan Gubernur Papua Tengah,” ujarnya.
Kepada para wisudawan, Suriel berpesan, agar memanfaatkan status lulusan perguruan tinggi berakreditasi Unggul, sebagai modal untuk bersaing di dunia kerja.
“Kalian adalah lulusan perguruan tinggi berakreditasi Unggul. Predikat itu tercantum dalam ijazah dan menjadi nilai tambah saat mengikuti seleksi kerja. Kalian membawa nama perguruan tinggi berakreditasi Unggul pertama di Tanah Papua, bahkan di wilayah lima LLDIKTI. Itu merupakan kebanggaan, sekaligus tanggung jawab,” pesannya.
Dalam sambutannya, Suriel juga mengutip pernyataan Bupati Sorong, Jhonny Kamuru, yang pernah menyampaikan kekagumannya terhadap lingkungan kampus UNIMUDA.
“Pak Bupati pernah berkata, ‘Begitu saya masuk ke lingkungan UNIMUDA dan berjalan di dalamnya, saya langsung merasa lebih bersemangat untuk belajar.’ Saya yakin para orang tua yang hadir hari ini pun merasakan suasana yang luar biasa saat berada di lingkungan kampus ini,” ucapnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh lulusan terus membangun semangat belajar sepanjang hayat.
“Menjadi pribadi yang berilmu adalah, sebuah keputusan. Jika kita memutuskan untuk terus belajar, maka kita akan terus berkembang. Sebaliknya, jika tidak mau belajar, maka kesempatan itu akan hilang,” tandas dia.













