BERITA

Wawali: Mubes Pusaka Haria Harus Perkuat Persaudaraan dan Lahirkan Kepemimpinan Baru

Qiran
18
×

Wawali: Mubes Pusaka Haria Harus Perkuat Persaudaraan dan Lahirkan Kepemimpinan Baru

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, saat membuka Mubes IV Pusaka Haria, yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Sabtu (24/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta menegaskan, Musyawarah Besar (Mubes) IV Persatuan Masyarakat Leawaka (Pusaka) Haria harus menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, sekaligus melahirkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Keberhasilan sebuah organisasi kemasyarakatan tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang dijalankan, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kebersamaan, menghargai sejarah, serta merangkul seluruh anggota dalam semangat kekeluargaan,” tegas Wawali dalam sambutannya, saat membuka Mubes IV Pusaka Haria, yang berlangsung di Zest Hotel Ambon, Sabtu (24/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Wawali mengingatkan bahwa musyawarah besar bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan ruang bersama untuk menentukan arah organisasi, mengevaluasi perjalanan yang telah dilalui, dan membangun komitmen baru bagi keberlanjutan Pusaka Haria.

Ia berharap, seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk menghasilkan keputusan yang mengutamakan kepentingan bersama, sehingga organisasi tetap menjadi tempat yang mempererat hubungan antarsesama anak Negeri Haria, baik yang menetap di kampung halaman maupun di perantauan.

“Jarak geografis tidak seharusnya melemahkan persaudaraan. Sebaliknya, perbedaan tempat tinggal, profesi, dan pengalaman harus menjadi kekuatan, untuk saling melengkapi serta memberikan kontribusi bagi kemajuan bersama,” tegas Wawali.

Wawali menjelaskan, ikatan dengan negeri asal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat Haria. Karena itu, hubungan kekeluargaan yang telah diwariskan para leluhur perlu terus dijaga dan diteruskan kepada generasi muda.

Menurutnya, warisan leluhur tidak hanya berkaitan dengan sejarah dan asal-usul, tetapi juga mencakup nilai persaudaraan, kepedulian, serta tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam konteks tersebut, Pusaka Haria dinilai, memiliki peran strategis sebagai wadah yang menghimpun potensi masyarakat, membangun komunikasi antaranggotanya, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kampung halaman.

Wawali menekankan, organisasi paguyuban harus mampu melampaui perbedaan latar belakang maupun kepentingan pribadi. Seluruh anggota perlu memiliki rasa tanggung jawab yang sama, untuk menjaga persatuan dan memastikan organisasi memberikan manfaat nyata bagi keluarga besar Pusaka Haria.

Ia juga menyoroti tiga agenda penting yang perlu menjadi perhatian peserta dalam Mubes IV tersebut. Agenda pertama adalah, merumuskan arah strategis organisasi agar memiliki visi dan prioritas yang jelas, realistis, serta sesuai dengan kebutuhan anggotanya.

Wawali berharap, keputusan yang dihasilkan melalui musyawarah dapat menjadi pedoman bagi pengurus dalam menyusun program kerja yang tidak hanya memperkuat hubungan kekeluargaan, tetapi juga mendorong solidaritas dan kontribusi sosial.

Agenda kedua adalah, mengevaluasi pelaksanaan program kerja serta kepengurusan sebelumnya. Evaluasi, menurutnya, diperlukan untuk mengetahui capaian yang telah diraih, mengidentifikasi berbagai kendala, dan menentukan langkah perbaikan untuk masa mendatang.

Ia mengingatkan, agar proses evaluasi dilakukan secara terbuka dan objektif tanpa mengabaikan nilai-nilai kekeluargaan. Setiap pengalaman dari kepengurusan terdahulu harus dijadikan pembelajaran untuk membangun organisasi yang lebih baik, bukan menjadi alasan untuk mempertajam perbedaan di antara anggota.

“Sementara itu, agenda ketiga berkaitan dengan pemilihan dan penetapan kepengurusan baru. Saya berharap, proses regenerasi tersebut berlangsung secara demokratis, bijaksana, dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” harap Wawali.

Baginya, pemimpin yang terpilih harus memiliki komitmen untuk melayani seluruh anggota, menjaga kesinambungan program, serta membangun komunikasi yang baik antara masyarakat Haria di perantauan dan mereka yang berada di kampung halaman.

“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk melayani, merangkul, mendengarkan, dan bekerja bersama demi kepentingan seluruh anggota,” pesannya.

Wawali menambahkan, kepengurusan baru diharapkan mampu membawa Pusaka Haria menjadi organisasi yang semakin solid, terbuka terhadap gagasan, serta mampu menjawab kebutuhan keluarga besar yang terus berkembang.

Ia menilai, kekuatan sebuah paguyuban tidak semata-mata diukur dari jumlah anggotanya, tetapi dari besarnya rasa memiliki, kemauan untuk saling membantu, dan kesediaan setiap anggota, untuk berkontribusi bagi kepentingan bersama.

“Oleh karena itu, seluruh peserta Mubes IV Pusaka Haria diminta menjaga suasana musyawarah tetap kondusif, dengan mengedepankan sikap saling menghormati. Perbedaan pandangan seharusnya menjadi bagian dari proses memperkaya gagasan, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi,” ujar Wawali.

Wawali juga mengajak keluarga besar Pusaka Haria menjadikan nilai-nilai sejarah dan warisan leluhur sebagai landasan, dalam memperkuat hubungan antar generasi. Dengan demikian, identitas masyarakat Haria tetap terpelihara sekalipun anggotanya tersebar di berbagai daerah.

“Mari kita jadikan tema Mubes IV Pusaka Haria sebagai pengingat, untuk terus menjaga hubungan dengan akar sejarah, menghormati warisan para pendahulu, dan memastikan nilai-nilai persaudaraan tetap hidup di tengah generasi yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia berharap, Mubes IV Pusaka Haria menghasilkan keputusan yang membawa organisasi semakin kuat, sekaligus memperkokoh persatuan masyarakat Haria di mana pun berada.

“Melalui forum tersebut, Saya optimis, Pusaka Haria dapat terus berkembang sebagai wadah pemersatu yang tidak hanya menjaga hubungan kekeluargaan, tetapi juga mendorong lahirnya berbagai kontribusi positif bagi masyarakat dan kampung halaman,” tutup Wawali.

Example 400x400