AMBON | MantikNews.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menambah jumlah warga binaan, yang dipercaya menjadi tamping kebersihan sebagai upaya meningkatkan pemeliharaan lingkungan dan kualitas pelayanan, Rabu (21/10/2026). Program ini mencakup perawatan kebersihan di dalam blok hunian, kawasan perkantoran, fasilitas pelayanan hingga area di luar tembok perimeter.
Penambahan tamping dilakukan, untuk memperluas jangkauan kegiatan kebersihan yang sebelumnya hanya ditangani dua warga binaan. Melalui langkah tersebut, Lapas Wahai ingin memastikan seluruh kawasan tetap terawat, sehingga mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan nyaman.
Penetapan warga binaan yang mendapat tugas tambahan itu dilaksanakan oleh jajaran Subseksi Pembinaan di aula Lapas Wahai. Selain menjadi bagian dari pemeliharaan fasilitas, penugasan ini juga diarahkan untuk membangun kebiasaan hidup bersih, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab kepada warga binaan.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut memiliki manfaat ganda, yakni menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memberikan ruang bagi warga binaan, untuk mengembangkan sikap positif selama menjalani masa pembinaan.
Ia berharap, pengalaman menjalankan tugas kebersihan dapat membentuk kepedulian warga binaan terhadap lingkungan, dan menjadi bekal ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
“Melalui peran ini, warga binaan dilatih untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan tempat mereka tinggal, yang diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat nanti,” ungkap La Joi.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan terhadap tamping kebersihan dilakukan oleh Staf Pembinaan, Frans Tepal. Ia menjelaskan, bahwa warga binaan yang diberi kepercayaan tersebut telah melalui proses seleksi dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP), dengan memperhatikan perilaku dan kedisiplinan mereka.
Frans menegaskan, pemantauan akan dilakukan secara berkala agar tugas yang diberikan berjalan sesuai ketentuan. Sejumlah aspek yang menjadi perhatian meliputi kebersihan blok hunian dan kantor, kondisi fasilitas pelayanan, kelancaran saluran air, serta penataan rumput di sekitar tembok perimeter.
“Kami memastikan warga binaan yang dipilih memiliki rekam jejak perilaku yang baik, dan menunjukkan kedisiplinan yang tinggi. Kami akan terus memantau kebersihan setiap hari agar area blok hunian, fasilitas pelayanan publik, dan perkantoran tetap bersih, saluran air berfungsi dengan baik, serta rumput di luar tembok perimeter tetap rapi,” ujar Frans.
Menurutnya, penataan lingkungan juga penting dilakukan pada kawasan pelayanan dan area kunjungan. Kebersihan di lokasi tersebut berkaitan langsung dengan kenyamanan keluarga warga binaan maupun masyarakat yang datang, untuk mendapatkan layanan di Lapas Wahai.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya menegaskan, bahwa lingkungan yang bersih dan terawat merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan pembinaan, serta pelayanan pemasyarakatan yang humanis. Upaya tersebut juga sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas pelayanan berbasis Hak Asasi Manusia (P2HAM).
Ia menyampaikan, kebersihan yang terjaga dapat membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit, sekaligus menciptakan suasana yang lebih layak bagi warga binaan, petugas, dan pengunjung.
“Dengan area Lapas yang tertata rapi dan higienis, potensi penyebaran penyakit dapat diminimalkan. Lebih dari itu, kebersihan lingkungan merupakan bagian dari upaya kami memberikan pelayanan terbaik, baik kepada warga binaan maupun masyarakat dan keluarga yang berkunjung. Saya berharap, sinergi antara petugas dan tamping kebersihan dapat terus terjaga demi mewujudkan Lapas Wahai yang bersih, aman, sehat, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tegas Tersih.
Melalui penambahan tamping kebersihan ini, Tersih berharap, pemeliharaan lingkungan dapat berlangsung lebih teratur dan menyeluruh. Keterlibatan warga binaan juga diharapkan memperkuat proses pembinaan, sehingga tanggung jawab menjaga kebersihan menjadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.











