BERITA

Lapas Wahai Kembangkan Hidroponik, Warga Binaan Dilatih Produktif di Lahan Sempit

Qiran
14
×

Lapas Wahai Kembangkan Hidroponik, Warga Binaan Dilatih Produktif di Lahan Sempit

Sebarkan artikel ini
Panen kangkung hidroponik yang dikembangkan, di sekitar pagar pintu steril dan kebun di bagian belakang tembok Lapas Wahai, Senin (12/10/2026). Foto-Ist/MANTIK

AMBON | MantikNews.com – Keterbatasan lahan tidak menyurutkan upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Kabupaten Maluku Tengah, dalam mengembangkan keterampilan pertanian bagi warga binaan. Melalui budidaya hidroponik, area terbatas di lingkungan lapas dimanfaatkan, untuk menghasilkan tanaman pangan yang bernilai guna.

Upaya tersebut ditandai dengan panen kangkung hidroponik yang dikembangkan, di sekitar pagar pintu steril dan kebun di bagian belakang tembok lapas, Senin (12/10/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan, untuk menumbuhkan keterampilan, sekaligus membangun budaya produktif bagi warga binaan.

Panen dipimpin Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi bersama petugas pembinaan, warga binaan, serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Angkatan I Batch 2. Mereka terlibat langsung dalam kegiatan panen, sekaligus melihat hasil pemanfaatan ruang yang sebelumnya terbatas untuk kegiatan pertanian.

Pemilihan metode hidroponik menjadi alternatif untuk mengembangkan budidaya sayuran, tanpa bergantung pada ketersediaan lahan luas. Dengan memanfaatkan sudut-sudut lingkungan lapas, kegiatan pertanian tetap dapat berjalan meskipun sarana dan prasarana yang tersedia terbatas.

La Joi mengatakan, program tersebut tidak sekadar berorientasi pada hasil panen, tetapi juga memberikan kesempatan kepada warga binaan, untuk mempelajari keterampilan praktis yang dapat dikembangkan setelah bebas nanti.

“Warga binaan perlu memperoleh pengalaman yang mendorong kemandirian, dan membangun kepercayaan diri, agar mampu beradaptasi ketika kembali ke lingkungan Masyarakat,” ujar dia.

Ia berharap, kegiatan pertanian hidroponik dapat terus dikembangkan, sebagai salah satu sarana pembelajaran yang memberikan manfaat nyata selama warga binaan menjalani masa pembinaan.

Senada dengan itu, Staf Subseksi Pembinaan, Nabillah Putri menjelaskan, bahwa optimalisasi ruang yang tersedia merupakan bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pembinaan yang kreatif dan produktif.

“Area di lingkungan lapas yang masih memungkinkan, untuk dimanfaatkan dapat dikembangkan menjadi tempat belajar, termasuk dalam pengenalan teknik budidaya tanaman dengan sistem hidroponik,” sebut dia.

Nabillah juga mengungkapkan, hasil panen kangkung tersebut akan dimanfaatkan, untuk membantu memenuhi kebutuhan dapur mandiri Lapas Wahai. Dengan demikian, kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan pengalaman kepada warga binaan, tetapi juga mendukung pemanfaatan hasil pertanian untuk kebutuhan internal lapas.

Pengembangan hidroponik ini diharapkan, menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat program ketahanan pangan di Lapas Wahai. Keterlibatan petugas, warga binaan, dan peserta magang juga menjadi bagian dari upaya membangun kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan produktif.

Melalui program tersebut, Lapas Wahai berupaya menjadikan pembinaan kemandirian sebagai sarana bagi warga binaan, untuk memperoleh keterampilan yang aplikatif, menumbuhkan etos kerja, serta mempersiapkan diri agar lebih mandiri ketika kembali ke tengah masyarakat.

Example 400x400